Wuthering
Heights adalah salah satu karya klasik dalam sastra Inggris yang mengangkat
nama Emily Bronte (1818-148) ke dalam salah satu tokoh besar dalam
kesusasteraan Inggris. Novel ini merupakan kisah saga dua keluarga tentang
kisah kasih tak sampai. Namun ini bukan kisah cinta biasa yang cengeng karena
Emily Bronte mengemasnya dalam sebuah kisah yang memikat dengan menghidupkan
karakter gelap tokoh-tokohnya secara gamblang dan apa adanya.
Wuthering
Heights sendiri adalah nama sebuah rumah besar di Yorkshare Inggris. Kisah
novel ini diawali dengan kedatangan Mr. Lockwood yang menemui Mr. Heathcliff di
Wuthering Heights untuk menyewa Thrushcross Grange, sebuah rumah milik
Heathcliff yang letaknya tidak terlalu jauh dengan Wuthering Heights.
Pertemuannya
dengan Mr. Heathcliff yang terkesan aneh dan kasar membuat Mr. Lockwood mencoba
mencari tahu tentang Heathcliff dan sejarah Wuthering Heights dari Miss. Ellen
Dean, seorang pembantu rumah tangga yang pernah lama bekerja di Wuthering
Heights . Dari tuturan Miss Dean inilah kisah kelam Wuthering Heigths terungkap
secara detail hingga lembar-lembar terakhir novel ini.
Awalnya
Wuthering Heights dimiliki oleh Mr. Earnshaw, seorang tuan tanah di Yorkhshire
yang memiliki dua orang anak yg bernama Hindley dan Catherine . Sepulang
perjalanan bisnisnya di Liverpool Mr. Earnshaw membawa pulang seorang bocah
gipsi kotor yang sedang bergelandang di jalanan. Anak itu diberinya nama
Heathcliff, sama dengan nama anaknya yang telah meninggal dunia karena sakit.
Kehadiran Heathcliff di tengah keluarga Earnshaw ini ternyata merupakan awal
dari bencana di keluarga ini. Sikap pilih kasih Earnshaw yang lebih menyayangi
Heathcliff dibanding kedua anak kandungnya sendiri menanamkan benih kebencian
dan iri hati di benak putra sulungnya, Hindley.
Dalam setiap
kesempatan, ketika ayahnya pergi Hindley selalu mencoba untuk melakukan hal-hal
yang jahat terhadap Heathcliff. Walau selalu dicela, direndahkan, dan
diperlakukan jahat oleh Hindley namun Heatcliff kecil tak pernah melawan. Namun
sikap pasifnya ini ternyata berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya. Semua
perlakuan jahat Hadley disimpannya dalam hati dan dibiarkan tumbuh menjadi
dendam kesumat yang kelak akan dibalasnya di masa yang akan datang.
Berbeda dengan
Hindley, sikap Catherine terhadap Heathcliff sangatlah baik, karena sama-sama
memiliki jiwa petualangan maka mereka menjadi cepat akrab. Keakraban ini
ternyata menumbuhkan benih cinta kuat antara Heathcliff dan Catherine, namun
karena kondisi sosial yang berbeda dan hubungan mereka berdua ditentang oleh
keluarganya maka cinta mereka tak berujung pada sebuah pernikahan.
Singkat cerita
sebuah peristiwa mempertemukan keluarga Earnshaw dengan keluarga Linton,
pemilik Thrushcross Grange yang letaknya tak jauh dari Wuthering Heights.
Pertemuan ini mempertemukan Catherine dengan Edgar Linton yang ternyata
mencintainya. Walau sebenarnya Catherine tetap mencintai Heathcliff namun
akhirnya ia memutuskan untuk menikah dengan Edgar Linton.
Keputusan yang
diambil Catherine ini membuat Heatcliff melarikan diri dan kelak kembali ke
Wuthering Heights sebagai pria kaya dan berpendidikan. Sepulangnya ke Wuthering
Heights ia mulai menyusun rencana pembalasan dendam kepada keluarga Earnshaw
dan Linton yang diyakininya telah melecehkan dan menghancurkan cinta dan
hidupnya.
Dendam kesumat
yang tumbuh dalam diri Heatcliff akan menggerakkannya untuk membuat suasana
keluarga Earnshaw dan Linton seolah berada dalam neraka. Begitu licik dan
sistematisnya rencana jahat ini dilakukan sehingga mereka yang terjerat dalam
pusaran dendamnya menjadi tak mampu untuk lari dari neraka yang diciptakan
Heathcliff.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar